Rabu, 07 Oktober 2015

Dampak naiknya dolar kepada industri mebel indonesia

Pengrajin mebel jepara saat ini banyak yang meresah karena penghasilan mereka menurun ahir-ahir ini.bukan hanya itu harga bahan baku yang mereka gunakan pun mendadak melonjak naik.sedangkan harga furniture dipasaran masih tetap stabil,mau dinaikkan nanti malah mengurangi minat beli konsumen,walhasil banyak dari pengrajin mebel jepara yang mengeluh.
Hal ini tak lain dan tak bukan adalah karena faktor naiknya dolar dan melemahnya rupiah.bahkan imbasnya bukan hanya dirasakan oleh pengusaha mebel jepara saja tetapi hampir seluruh masyarakat indonesia merasakanya,baik yang berbisnis kecil-kecilan maupun yang sudah sekala besar,dari bisnis dibidang pakaian,perkebunan,sembako dan masih banyak lagi yang lainya.intinya sekarang masyarakat indonesia mengeluh dengan terus naiknya dolar yang berdampak negative ini.
Sekarang kegiatan industri furniture dan daya beli masyarakat terhadap mebel jepara indonesia semakin melemah dan akan menjalar kepada nilai perekonomian indonesia yang memprihatinkan.banyak dari beberapa industi mebel yang mulai mengurangi tenaga kerjanya,karena memang order juga sepi dan bahan baku harganya naik semua.termasuk juga kebutuhan sehari-hari kita juga ikut naik.
Dampak naiknya dolar kepada industri mebel indonesia
Sebut saja perajin-perajin mebel jepara Pada saat dolar (USD) naik tidak serta merta mereka menaikkan harga mebelnya,karena jika mereka menaikkan harga mebel maka para konsumen banyak yang kabur dan mencari produsen yang lain. Saat ini, untuk efisiensi mereka melakukan pengaturan kuantitas namun kwalitas juga masih diperhatikanya.
Untuk mengatasi permasalahan yang sedang melanda kita semua ini bapak hari tanoe berpendapat yaitu dengan menggalakkanya investasi dan mempercepat belanja pemerintah.bila hal ini bisa di laksanakan secara tepat sasaran dan cepat,kemungkinan permasalahan yang sedang kita alami semua bisa teratasi.dan perekonomian indonesia akan kembali stabil.
Langkah pertamanya adalah semua kebijakan dan praktik yang menghambat investasi dan belanja pemerintah harus dipangkas dan perbankan harus fokus kepada pembiayaan di sektor produktif bukanya konsumtif. proyek-proyek infrastruktur yang dipegang broker dan tidak dikerjakan dialihkan ke BUMN-BUMN yang relevan agar bisa berjalan.dan perlu adanya antisipasi pada sektor pajak,yaitu adalah penerimaan pajak akan berkurang banyak dengan lesunya ekonomi. Dari sekarang sudah harus dipikirkan alternatif pendanaan agar APBN tetap bisa dilaksanakan.
Semoga perekonomian indonesia akan kembali stabil dan rakyatnya makmur semua.serta semua industri baik industri mebel indonesia atau yang industri lainya bisa lancar kembali.

Sekian artikel saya mengenai Dampak naiknya dolar kepada industi mebel indonesia.


Bila ada kesalahan itu adalah kekurangan saya yang masih dangkal dalam menulis artikel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar